maidaniipancakedurian.com distributor resmi pancake durian oleh-oleh khas medan

Pengertian Jiwa : ?
Jiwa sebagai obyek kajian psikologi adalah merupakan substansi yang tidak dapat dilihat secara kasat mata kita, sekalipun menggunakan alat-alat pembesar yang super modern. Oleh karena itu dalam mempelajari eksistensi jiwa sebagai komponen kehidupan manusia, kita hanya dapat mempelajarinya sebatas gejala-gejala kejiwaannya saja, yaitu berupa perilaku atau tingkah laku.
Menurut seorang ahli filsafat jerman Tatens (1775) dalam teori Trichotomi, hidupnya jiwa digerakkan oleh tiga daya (power) yaitu daya pikiran, daya perasaan dan daya kemauaan. Sedangkan menurut B. Bloom kehidupan jiwa dibagi dalam tiga ranah atau domain yaitu domain cognitif, domain affectif dan domian psychomtoric. Menurut istilah bahasa Indonesia ketiga domain tersebut dapat diungkapkan sebagai Cipta, Rasa dan Karsa.
Aristoteles menterjemahkan pengertian Jiwa sebagai kekuatan hidup atau levens beginsel (sebabnya hidup). Jiwa adalah unsur kehidupan, karena tiap-tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Jadi baik manusia, hewan maupun tumbuhan menurut pendapat Aristoteles adalah berjiwa atau beranima. Berangkat dari pendapat ini maka terdapatlah tiga tingkatan kehidupan jiwa,

maidaniipancakedurian.com distributor resmi pancake durian oleh-oleh khas medan

yaitu :
• Anima Vegetativa, yaitu anima yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Anima ini memberikan kemampuan untuk makan-minum dan berkembang biak.
• Anima sensitiva, yaitu anima atau jiwa yang terdapat pada kalangan hewan. Anima ini memberi kemampuan selain makan minum, berkembang biak juga kemampuan untuk mempertahankan dan melindungi diri dari bahaya, berpindah-pindah tempat, mempunyai nafsu, dapat mengamati, dapat menyimpan pengalaman-pengalamannya.
• Anima Intelektiva, yaitu anima atau jiwa yang hanya terdapat pada manusia. Anima ini mempunyai kemampuan yang paling sempurna. Selain kemampuan untuk tumbuh berkembang dan kemampuan-kemampuan sebagaimana terdapat pada kehidupan anima sensitiva, pada anima intelektiva ini juga terdapat kemampuan untuk berfikir, berkemauan atau berkehendak. Kemampuan berfikir dan berkehendak hanya mungkin terwujut bila akal budi dan alam pikir manusia selalu dilatih dan diasah dengan proses pembelajaran learn by doing maupun model pembelajaran learn by experiance

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s